PERSEPSI KEBENARAN DAN SOLUSI KECEMBURUAN SOSIAL

Sharing is caring!

“Jangan bosan untuk belajar, semua orang bisa jadi apapun dan berhak melakukan apapun pada waktunya”.

 Oleh; Anung Pratama

 

Grenggeng- Menjabarkan thesis tentang psikologi masyarakat. Di mana kecemburuan sosial tentang peran individu dominan di masyarakat Desa Grenggeng, Secara tak kasat mata dapat dirasakan hampir di setiap organisasi. Pemicunya sedikit banyak memang berasal dari dominasi peran dan durasi jabatan sosok yang secara kebiasaan dipercaya untuk itu. Namun jika ditelisik lebih dalam, bahwa mindset pikiran kita masing-masinglah yang menyebabkan kecemburuan sosial itu tumbuh.

Sebagai contoh ia mengatakan bahwa dalam pembentukan sebuah organisasi, pihak yang merasa mampu melakukan suatu tugas namun tak berkesempatan andil secara administratif akan jor-joran terhadap perjalanan organisasi itu ke depan dan terus mencari celah kesalahan organisasi itu untuk menunjukkan sisi superioritasnya. Ini sangat merugikan dirinya maupun organisasi, Lebih buruk kemudian jika berlarut hingga merugikan masyarakat keseluruhan.

“Setiap orang itu cerdas dan berhak melakukan sesuatu berdasar pada Hak Asasi Manusia, Akan tetapi jangan kita menutup mata pada HAM milik orang lain jua, karena Kebutuhan psikis dan standar emosi tiap orang tidak bisa diseragamkan”.

Dimaksudkandalam hal ini olehnya adalah kita perlu belajar merubah anggapan bahwa hak asasi pribadi kita adalah absolut, dan kita perlu memahami bahwa kita punya batasan secara normatif. Kita harus selalu menyelaraskan antara kemampuan dan kelayakan secara norma dalam kegiatan apapun yang menyangkut kepentingan umum. “Kalau sekali waktu kita harus memberi kesempatan pada orang lain, kenapa tidak? Kita bisa belajar tanpa harus mengalami berada di sebuah situasi secara langsung, cukup dari contoh yang ada”.

Dalam konteks Karang Taruna Desa, ia menyebutkan bahwa sistem penanganan kegiatan Karang taruna saat ini terbilang cukup baik. Adanya pembentukan panitia kerja yang selalu rolling strukturnya di setiap kegiatan merupakan pintu bagi tiap anggota untuk menunjukan kualitasnya. Ia berharap dengan cara seperti itu anggota akan belajar berorganisasi dengan lebih maksimal tanpa merasa cuma jadi pengikut yang menunggu komando. Tanpa menutup kemungkinan jika ada sistem kerja yang lebih baik maka sistem baru yang lebih baik itu akan diterapkan.

 

Penulis adalah Sarjana muda lulusan Ilmu Administrasi Negara, Serta Eksekutif Muda wirausaha Desa yang juga menjabat sebagai Bendahara Karangtaruna Desa Grenggeng.

2 tanggapan untuk “PERSEPSI KEBENARAN DAN SOLUSI KECEMBURUAN SOSIAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *